Minggu, 15 Februari 2015

Ali Bin Abi Tholib R.a




Siapa yang tak kenal dengan tokoh ini. Orang yang paling dekat dengan Nabi. Yang Siap mati demi membela Nabi pada saat ia belia. Nabi pernah bersabda : " Anaa madiinatul "ilm wa "aliyu babuha " ( Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya) begitu sangat dekat sang nabi dengan keponakan sekalaigus menantunya ini. Ali bin Abi Thalib adalah laki-laki berkulit sawo matang, bola mata beliau besar dan agak kemerah-merahan. Untuk ukuran orang Arab, beliau termasuk pendek, tidak tinggi dan berjanggut lebat. Dada dan kedua pundaknya putih. Rambut di dada dan pundaknya cukup lebat, berwajah tampan, memiliki gigi yang rapi, dan ringan langkahnya (ath-Thabaqat al-Kubra, 3: 25)
 Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada saat itu Ali berusia sekitar 10 tahun. Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.
Kedudukan Ali di Sisi Rasulullah, sangatlah dekat hingga ada sebuah hadist sebagai berikut ; Ibrahim bin Saad bin Abi Waqqash meriwayatkan dari ayahnya, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada Ali, “Apakah engkau tidak ridha kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa.” (Muttafaq ‘alaihi). Salah satu keutamaan Ali bin Abi Thalib adalah termasuk seseorang yang dijamin Surga. Dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, az-Zubair di surga, Sa’ad (bin Abi Waqqash) di surga, Sa’id (bin Zaid) di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Albani).
Karena kezuhudannya, Ali dinikahkan oleh Nabi dengan putri kesayangan beliau yakni Fatimah az Zahra. Hampir setiap peperangan Ali selalu ikut andil. Dalam masalah ilmu dia tidak pernah segan untuk bertanya pada Nabi. Begitu sangat antusiasnya ia dalam mencari ilmu hal kecilpun ia tanyakan pada nabi. Sosok muslim yang menjaga malunya. Walaupun ia sangat dekat dengan Nabi, karena malu ia mengutus salah saru sahabatnya untuk bertanya kepada Nabi, tentang najis atau tidaknya mani itu dan Rasulullah pun menjawab bahwa mani itu najis. Terlihat sekali bahwa dalam hal sekecilpun ia tetap menjaga keimanannya.
Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami salat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.

0 komentar:

Posting Komentar