Siapa
yang tak kenal dengan tokoh ini. Orang yang paling dekat dengan Nabi. Yang Siap
mati demi membela Nabi pada saat ia belia. Nabi pernah bersabda : " Anaa madiinatul "ilm wa "aliyu babuha
" ( Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya) begitu sangat
dekat sang nabi dengan keponakan sekalaigus menantunya ini. Ali bin Abi
Thalib adalah laki-laki berkulit sawo matang, bola mata beliau besar dan agak
kemerah-merahan. Untuk ukuran orang Arab, beliau termasuk pendek, tidak tinggi
dan berjanggut lebat. Dada dan kedua pundaknya putih. Rambut di dada dan
pundaknya cukup lebat, berwajah tampan, memiliki gigi yang rapi, dan ringan
langkahnya (ath-Thabaqat al-Kubra, 3: 25)
Ketika Nabi
Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq
menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau
orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada saat itu Ali
berusia sekitar 10 tahun. Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui
orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur
menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka
mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi
yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.
Kedudukan Ali di Sisi Rasulullah, sangatlah dekat
hingga ada sebuah hadist sebagai berikut ; Ibrahim bin Saad bin Abi Waqqash meriwayatkan
dari ayahnya, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau
bersabda kepada Ali, “Apakah engkau tidak ridha kedudukanmu di sisiku seperti
kedudukan Harun di sisi Musa.” (Muttafaq ‘alaihi). Salah satu keutamaan Ali bin Abi Thalib adalah termasuk seseorang yang dijamin Surga.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Abu
Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga,
az-Zubair di surga, Sa’ad (bin Abi Waqqash) di surga, Sa’id (bin Zaid) di
surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga.” (HR.
at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Albani).
Karena kezuhudannya, Ali dinikahkan oleh Nabi
dengan putri kesayangan beliau yakni Fatimah az Zahra. Hampir setiap peperangan
Ali selalu ikut andil. Dalam masalah ilmu dia tidak pernah segan untuk bertanya
pada Nabi. Begitu sangat antusiasnya ia dalam mencari ilmu hal kecilpun ia
tanyakan pada nabi. Sosok muslim yang menjaga malunya. Walaupun ia sangat dekat
dengan Nabi, karena malu ia mengutus salah saru sahabatnya untuk bertanya
kepada Nabi, tentang najis atau tidaknya mani itu dan Rasulullah pun menjawab
bahwa mani itu najis. Terlihat sekali bahwa dalam hal sekecilpun ia tetap
menjaga keimanannya.
Ali bin Abi Thalib, seseorang yang
memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami
kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang
ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena
pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan
Khawarij (pembangkang) saat mengimami salat subuh di masjid Kufah, pada tanggal
19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan
tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa
riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.


0 komentar:
Posting Komentar